Skip to main content

Dia... (Part IV)

Kemana rasa itu?


Sepertinya telat sekali menuturkan part ini. Tapi daripada tidak sama sekali, nanti bisa jadi kontroversi.


Hari demi hari berlalu.
Seperti yang sudah-sudah,  jika tak mendapat respon, seiring berjalannya waktu, akan meniup rasa itu perlahan-lahan.
Kurasa kini aku sudah bisa menerima kenyataan.
Kenyataan bahwa tidak akan terciptanya satu impian.
Kenyataan bahwa aku gemuk tiap orang memiliki selera berbeda-beda.
Kenyataan bahwa memang dia hanya menganggap teman saja.


Move on?


Membencinya? Menjauhinya? Tentu tidak.
Aku akan tetap mengaguminya sebagai figur penasihat dan pendengar yang baik.


Sebenarnya, ada seseorang yang (nampaknya) sedang melakukan beberapa tindakan pendekatan.
Tapi..
Hmm..
Kita lihat saja nanti.
Tugas dan pekerjaan pun ikut-ikut ingin diperhatikan selain masalah hati.


Adios.

Comments

Popular posts from this blog

bad day , bad mood

hoaaa~~! hate this day xoo muchh !! :(( hufh~ benci deh . pagi" aj ud d'bkin emosi ma tmen gw . bz ud gt , mo k puri kga jd . kta'na nykp sakit . n ga mao plg mlm" . helloo~ k mal cuma nntn trus plg ap nikmat'na seh ? akhir'na kga jd aj dah . gw btuh refreshing ! huh.. n satu lg . knp sih gw rus ngliad Dy trus"an komenin si cewek beriman ? arhh!! +.+ hate hate hate !

[ Febrian - Cinta Diam-Diam ]

Pertama bertemu ku suka padamu Begitu juga denganmu Sayangnya cinta kita tak mungkin bersatu Namun pernah berjanji sehidup semati [*] Engkau punya dia Sementara aku sendiri Tak mungkin orang ‘kan tahu Kita mencinta [**] Inikah namanya cinta diam-diam Hanya Tuhan engkau dan aku yang tau Biarkanlah ragamu ini jadi miliknya Namun jiwa dan cintamu pasti untukku Sampai saat ini kau selalu di hati Karena ku tak mungkin mengganti Ku tahu hatimu selalu untukku Karena cinta kita ini cinta sejati Back to [*] Back to [**] 2x Inikah namanya cinta diam-diam - download -

1st poem in my blog

~ tak kusangka ~ original created by : Septia tak kukenal dirimu saat itu sombong , bgitulah pandangan pertamaku tapi kau buktikan kesalahan pikiranku kau mau mengenalku kau mau menjadikanku temanmu kau temani hariku dengan pesanmu kesepian tak lagi menyelimutiku namun tak kusangka dan tak dapat kuduga pertemanan sekian lama tak kusadari berubah menjadi cinta senang hatiku saat menerima pesanmu debar jantungku saat mendengar suaramu kau slalu memberi perhatian yang menenangkanku beragam motivasi yang kudapat dari pikiran dewasamu sempat ku menuntut arti semua ini aku tak ingin menjalin hubungan dulu , jawabmu kucoba mengerti dan sabar menunggu tapi... sosok lain datang ke dalam hidupmu sedikit demi sedikit sirna harapanku kurasakan berkurangnya rasa pedulimu terhadapku aku menyukainya , kau mengaku detak jantungku pun membisu tak dapat kubendung air mataku apakah kau tau rasanya ? tak lama kusadari ya , aku bukan apa-apa dibanding wanita itu aku tak ada artinya aku tak berharga tapi ka...